Kamis, 20 Desember 2012

Adu "Browsing", BlackBerry 10 Kalahkan iPhone 5

Salah satu petinggi Research in Motion (RIM) pernah mengklaim perangkat dengan sistem operasi BlackBerry 10 lebih baik dari iPhone 5 dan Galaxy S III.

Situs Gadget Masters, entah ingin membuktikan klaim tersebut, mencoba mengadu kemampuan browsing ponsel Blackberry 10 dengan iPhone 5 dan HTC 8X.

BlackBerry 10 sendiri baru akan diperkenalkan secara resmi oleh RIM pada 30 Januari mendatang. Namun, prototipe dari ponsel BlackBerry 10 tersebut sudah dibagikan ke beberapa pengembang aplikasi (developer) di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Pengujian yang dilakukan Gadget Masters pun menggunakan salah satu prototipe yang dibagikan RIM, yaitu BlackBerry Dev Alpha B.

Bagaimana hasil pengujian tersebut? Ponsel BB10 ternyata mampu mengungguli, baik iPhone 5 yang menggunakan iOS 6 maupun HTC 8X yang menggunakan Windows Phone 8.

Terlihat jelas saat pengujian, webkit berbasis BB10 mampu me-render halaman web lebih cepat dibanding dua perangkat pesaingnya tersebut.

Unggul dalam kecepatan mengakses halaman-halaman web memang belum bisa menyebut perangkat BlackBerry 10 sebagai yang terbaik. Namun, pengujian ini paling tidak dapat menunjukkan kemampuan BlackBerry 10. Apalagi perangkat BB10 yang diuji ini masih berupa produk prototipe, bukan versi finalnya.

Leia Mais…

"Skylight"


Memiliki cukup banyak akses ke sinar matahari adalah salah satu ciri rumah sehat. Tentunya, cara untuk membiarkan sinar matahari dengan bebas memenuhi rumah adalah dengan memasang banyak jendela.
Namun, ada kalanya ruang-ruang di dalam rumah tidak memiliki akses ke luar. Karena itulah, ruangan tersebut tidak mungkin memiliki jendela dan tak perlu membuat Anda putus asa hingga menggunakan banyak lampu agar ruangan tetap terang.
Salah satu cara bisa Anda pertimbangkan adalah penggunaan skylight. Skylight merupakan salah satu jenis jendela yang mampu memberikan akses bagi sinar matahari. Perbedaannya dengan jendela biasa hanya pada penempatannya. Alih-alih menaruh jendela di dinding rumah, penempatan skylight justeru berada di atap rumah.
Selain memberikan dimensi baru pada rumah Anda, skylight menjadi aspek esensial dalam desain rumah Anda. Tak peduli sebaik apapun desain rumah Anda, tanpa penerangan yang baik semuanya akan sia-sia. Ini merupakan salah satu alasan utama Anda perlu mempertimbangkan penggunaan skylight.

Memilih skylight
Skylight tersedia dalam beberapa bentuk dan ukuran. Bentuk paling umum adalah bentuk persegi, lingkaran, oval, permata, segi tiga, dan berbentuk tabung.
Umumnya, skylight yang tidak berbentuk persegi terbuat dari plastik. Namun, skylight dengan kualitas lebih tinggi akan menggunakan kaca.
Kaca skylight dapat berbentuk datar, melengkung, kubah, piramida, atau "melengkung pesawat" (datar di sisi rendah dan cekung di bagian sisi yang tinggi). Bentuk piramida, melengkung, dan kubah dapat memberikan Anda keleluasaan dalam memasang skylight.
Skylight yang dipasang miring atau memiliki lengkungan juga dapat memudahkan Anda membersihkannya dari daun. Sementara bentuk skylight yang menyerupai tabung, umumnya lebih kecil dari berbagai jenis skylight lainnya.
Namun, bentuk tabung tetap memiliki keunggulan yang sama dengan bentuk skylight yang memiliki penampang lebih luas. Bentuk tabung mengurangi panasnya terik matahari di siang hari. Selain itu, ukurannya yang cenderung lebih kecil juga mampu mudah bekerja sama dengan arsitektur rumah.

Efisiensi skylight
Skylight menjadi pilihan yang populer lantaran memberikan unsur estetis pada rumah. Selain itu, skylight juga penting bagi rumah-rumah yang ingin memiliki unsur ramah lingkungan di dalamnya.
Ya, Anda dapat beraktivitas dengan optimal di dalam rumah pada siang hari tanpa menggunakan lampu. Maka, penggunaan skylight bisa mengurangi penggunaan energi listrik, terutama pada siang hari.
Namun demikian, bentuk fisik skylight mampu mempengaruhi cahaya yang masuk ke rumah Anda. Untuk itu, harus dipastikan ukuran skylight tidak boleh lebih dari 5% area lantai di ruangan yang memiliki banyak jendela dan tidak lebih dari 15% area lantai untuk ruang dengan sedikit jendela.
Sumber :

Leia Mais…

Jumat, 14 Desember 2012

Bakso Babi Marak akibat Kebijakan Daging Sapi

Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) menilai, kebijakan hulu yang salah telah mengakibatkan maraknya peredaran bakso berbahan daging babi. Sejak 2011, pemerintah sudah mencanangkan agar Indonesia bisa mencapai swasembada daging tahun 2014. Untuk mewujudkan hal tersebut, kuota impor daging tahun 2012 ditetapkan hanya 12,5 persen.
APDI menilai angka 12,5 persen terlalu kecil dan tidak mempertimbangkan kebutuhan daging dalam negeri serta populasi sapi siap potong di Indonesia.
Ketua DPP APDI Bidang Ekspor dan Impor, Asnawi, menyatakan, sejak Desember 2011, pihaknya sudah mengingatkan pemerintah tentang bahaya pembatasan kuota impor. Menurutnya, target swasembada 2014 harus dilakukan bertahap. Target swasembada jangan diukur dari batas waktu berakhirnya rezim pemerintahan sekarang.
"Apa yang terjadi sekarang (bakso daging babi) hanya permukaan. Ada orang yang memanfaatkan situasi dengan melihat pasar. Daging kan makin mahal, sementara stoknya terbatas. Ada celeng yang murah dan bisa dijual dengan modus-modus tertentu. Akhirnya pasar gelap yang bekerja," kata Asnawi kepada Kompas.com, Jumat (14/12/2012).
Menurut Asnawi, APDI sendiri sudah menghitung kapasitas dan stok sapi dalam negeri. Dari 14,8 juta sapi di Indonesia per Juni 2011, hanya sekitar 1,4 juta yang siap potong untuk 2012.
"Dan ingat, jangan samakan bobot sapi-sapi Indonesia dengan yang di luar negeri. Jumlah segitu harus mampu menyediakan 484.000 ton kebutuhan daging sapi nasional tahun 2012," tukas Asnawi.
Ketidakmampuan pemerintah menyuplai kebutuhan daging nasional menyebabkan harga sapi melambung. Saat ini, harga sapi mencapai Rp 90.000 sampai Rp 105.000 per kg. Sementara babi hutan yang dijual secara rahasia dijual Rp 45.000 per kg. Menurut laporan yang dihimpun APDI, tempat penggilingan daging yang mencampur daging babi tidak pernah beraksi secara terbuka. Antara pembeli dan penggiling jarang bertemu.
Ia menyebutkan, salah satu tempat penggilingan yang berada di pasar tradisional di daerah Jakarta Selatan cukup mengangkat telepon untuk menanyakan kebutuhan daging yang diinginkan pembeli. "Mereka punya jaringan rapi dengan pemasok daging dan pedagang. Setiap pembeli dicatat. Jika butuh, tinggal telepon dan daging langsung dikirim ke alamat," kata Asnawi menjelaskan modus pembelian daging murah di Jakarta.
Asnawi juga meragukan bila pedagang bakso tidak mengetahui daging yang mereka beli adalah daging celeng. "Dari harganya saja yang sangat murah masa nggak curiga. Mereka kan tahu standar harga daging sapi di pasaran berapa," tegasnya.
Sekadar catatan, Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta melakukan razia bakso yang mengandung daging babi di tempat penggilingan daging dan pejual bakso. Dari tiga wilayah DKI yang sudah dirazia, Jakarta Selatan yang paling banyak menjual bakso berbahan daging babi.
"Dari sampel yang sudah kami dapat, di Jakarta Timur dari delapan sampel, dua tempat positif menjual bakso mengandung babi; di Jakarta Utara dari delapan sampel, dua tempat positif menjual bakso mengandung babi; dan di Jakarta Selatan dari 46 sampel, enam tempat positif," kata Kepala Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Ipih Ruyani.
APDI meminta pemerintah bertanggung jawab memulihkan kembali kepercayaan masyarakat. Akibat pemberitaan bakso berdaging babi, banyak pedagang bakso merugi karena ditinggalkan konsumen. Pemerintah juga diharapkan segera melakukan normalisasi harga. "Dan yang tak kalah penting, tangkap dan hukum itu si pemilik kios penggilingan. Jangan malah dilepaskan begitu saja," kata Asnawi.(kompas.com)

Leia Mais…