Sabtu, 12 Maret 2011

The Beatles

Dalam sejarah industri musik pop dunia, The Beatles dikenal sebagai band paling sukses yang pernah ada. Malah kesuksesannya nggak cuma di urusan musik saja, tapi juga mempengaruhi segala bidang. Disaat-saat akhir karir The Beatles pada tahun 1970, John Lennon pernah bilang kalau bandnya itu punya nama yang bisa menjadikan segala-galanya jadi besar. Kata-kata ini bukan sekedar bualan saja. Pasalnya komentar ini berdasarkan pengalamannya selama 7 tahun berkarir dengan The Beatles. Pada masa-masa itu, apapun yang berbau nama The Beatles pasti bakal jadi besar.
 Ternyata ucapan salah satu pentolan band asal Liverpool, Inggris, itu masih tetap berlaku hingga 30 tahun berikutnya. Buktinya memorabilia The Beatles masih tetap jadi incaran. Album-album baru yang dirilis - meski berupa kompilasi - tetap saja laku di pasaran. Bahkan cerita soal band dan para personilnya terus digulirkan media massa demi meraih keuntungan. 
The Beatles adalah nama band sekolah bentukan John Lennon. Butuh bandnya jadi legendaris, beberapa kali bandnya mengalami perubahan nama.
  • The Black Jacks (Maret 1957)
  • The Quarrymen (Maret 1957 - Oktober 1959)
  •  Johnny and the Moondogs (Oktober - November 1959)
  •  The Nerk Twins (23 - 24 April 1960)
  •  The Beatals (awal tahun 1960)
  •  The Silver Beetles (10 Mei - awal Juni 1960)
  •  The Silver Beats (14 Mei 1960)
  •  The Beatles (awal sampai pertengahan Juni 1960)
  •  The Silver Beetles (pertengahan Juni - awal Juli 1960)
  •  The Silver Beatles (awal Juli - awal Agustus 1960)
  •  The Beatles (16 Agustus 1960 - bubar)
Nama The Beatles berasal dari ide John Lennon. Nama ini sebenarnya nggak punya makna yang spesifik. Malah menurut yang ngasih ide, nama band ini nggak lebih dari sekedar becandaan saja. Pasalnya didapat dari hasil permainan kata-kata, yaitu nama serangga (beetle atau kumbang) digabung dengan beat (gaya musik yang dimainkan). The Beatles tenar lebih dulu di Jerman daripada di Inggris, lantaran karir mereka diawali dengan bermain di klub-klub di Jerman. Sehingga sewaktu The Beatles mulai bermain di klub-klub di kota Liverpool, banyak yang menyangka kalau mereka adalah orang-orang Jerman. Apalagi poster konsernya bertuliskan : The Beatles, Direct from Hamburg. The Beatles mulai bermain di klub-klub di Jerman, atau tepatnya di kota Hamburg, pada bulan Agustus 1960. Sukses cukup besar diraih di Jerman, terbukti dari selalu penuhnya klub-klub tiap kali mereka tampil. Sukses The Beatles bikin iri klub-klub yang awalnya menolak menampilkan mereka dan berusaha menjegal langkah The Beatles. Entah bagaimana caranya, mereka berhasil membuat working permit The Beatles dicabut secara mendadak dan seluruh personil dideportasi keluar Jerman.
Pil penambah tenaga atau doping, mulai digunakan para personil The Beatles saat main di klub-klub di Jerman. Mereka terpaksa menggunakan obat-obatan supaya selalu fit tiap kali manggung, apalagi mereka harus tampil 6 hari seminggu selama 8 jam. Belakangan kebiasaan menggunakan doping membuat mereka terlibat dalam penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya.
Pada awal tahun '60-an, The Beatles adalah satu-satunya band di Inggris yang tampil dengan gaya urakan dan sembarangan. Ditambah lagi permainan musik yang lebih keras daripada musisi lain. The Beatles terlihat aneh dengan penampilan ini lantaran gaya yang jadi ciri rock 'n roll itu sudah ditinggalkan musisi Inggris dan mulai tampil rapi. The Beatles nggak tahu adanya perubahan ini, pasalnya sebelum itu mereka lagi sibuk nge-band di Jerman.
Setiap kali selesai manggung pada masa-masa tahun 1961 (era Cavern), para personil The Beatles selalu terlibat dalam perselisihan. Bukan berselisih soal pembagian hasil manggung, tapi karena rebutan pengen jadi supir mobil. Nggak heran, pasalnya di dalam mobil yang sempit mereka harus berdesak-desakan pula dengan instrumen musik. Jadinya buat mendapatkan tempat yang paling enak didalam mobil menurut mereka adalah dengan menjadi supir
.

0 komentar:

Poskan Komentar