Senin, 11 Juli 2011

Kisah Anak Jalanan (part 1)

    Andi adalah pemusik jalanan yang umurnya 21. ia putus sekolah dikarenakan tak ada biaya untuk melanjutkan kejenjang lebih baik. Ia membantu keluarganya dengan bermain musik dijalanan, ia tak mau meminta-minta karena walaupun ia orang miskin ia tetap mempunyai harga diri. Ia ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Ia mempunyai tekat untuk menjadi pemain musik yang terkenal. 
     
     Ia bertempat tinggal dibawah jembatan yang dengan keadaan ala kadarnya. Andi anak pertama dari 3 bersaudara. Adik-adiknya masih sekolah,yang no 2 masih sekolah di SMP dan yang kecil masih belajar di SD. Mulai mengamen jam 7 pagi sampai malam. Pendapatan yang andi dapatkan tidak seberapa dan tidak menentu. 

      Andi mempuyai sahabat yang selalu menyemangatinya dikala ia sedang sedih dan ikut tersenyum saat andi senang. Sahabatnya bernama Rudi. Mereka bersahabat sejak SMP. Walaupun Rudi dari keluarga yang berkecukupan tapi ia tak memandang sebelah mata.

     "Assalamualaikum...."kata rudi,
     "Walaikumussalam,eh kamu rud,udh siap berangkat ngamen?"jawab andi dengan wajah yang cerah dipagi itu,
     "wah,kamu itu,semangat sekali yaw,aku selalu siap kok..."
     "let's go rud...."jawab andi sambil membawa gitar kesayangannya.

     Mereka berjalan kedearah-daerah yang ramai dengan tujuan mendapatkan hasil yang lumayan. Tujuan pertama mereka dipinggir jalan yang biasanya banyak orang-orang yang duduk beristirahat, karena dearah itu dekat dengan kampus. Andi bermain gitar dan Rudi setia bernyanyi untuk menghibur orang yang ada disitu. Canda tawa mereka selalu tak ada habis-habisnya.

     "eh,kamu liat cewek yang duduk sendirian disana ndi..."
     "yang mana rud?,kok q g tau??"tanya andi,
     "wah,kamu ini yang isa liat cewek cantik apa,itu lho yang pakek baju putih"rudi sambil menunjuk perempuan cantik itu.
      "waduh,sinyalmu itu kuat juga yaw kalau ada cewek cantik rud"
      "aku gitu,kamu berani g nyanyi buat dia?"tanya rudi,
      "g ah rud,q malu,ntar q ditertawain gimana??"
      "kamu itu belum coba udah ngeluh,tampang mu itu yang jatuh-jatuh amat kok ndi.."
      "kamu itu rud,ku coba yaw rud..hhe"jawab andi sambil menuju ke perempuan tadi.

      Ia gugup saat sudah didepannya. walaupun ia sudah banyak yang ia hadapi tapi baru kali ini ia gugup menghadapi perempuan itu. Ia tak tau mau nyanyi apa,tapi ia mencoba untuk memberanikan diri.

      "mbak,numpang nyanyi boleh kan?"dengan rasa malu dia tanya sama perempuan tersebut,
      "silahkan mas,nanti kalau bagus aku kasih uang..."jawab perempuan itu dengan senyuman kecilnya.
      "hehehe....mbak nya bisa aja...."

     Andi mulai melantunkan sebuah lagu. Dengan petikan dan alunan suara yang indah membuat perempuan itu sangat terkesan. Perempuan itu mulai tersenyum sendiri karena wajah tampan dan alunan lagu yang indah untuk dirinya.

      "gimana mbak lagunya?"tanya andi,
      "bagus banget mas,masnya jago banget buat cewek terkesima yaw.."
      "waduh mbak,makasih lho...saya aja malu lho mbak nyanyi depan mbak..."
      "jangan panggil mbak dunk,panggil aja rani.."
      "iyaw mbak rani..hehehe...saya andi..."
      "iihh...kok masih panggil mbak to??"

     Mereka berdua pun mulai dekat. Dan saling mengrobrol kesana kemari.  Itu pertama andi mengenal rani wanita yang pertama kalinya ia nyanyiin.

      "eh ran,q kenalin sama sahabatku mau kan??"
      "mana ndi?"
      "bentar yaw...rruuuddd....sini dunk..."teriak andi,
      "ada apa ndi?kan kalian lagi berduaan..hehehe.."
      "apa sich rud,ini ran,karena dia q nyanyi didepan kamu.."
      "oohh....kenalin,ku rani,qm sapa??"tanya rani
      "nama ku rudi ran",jawab rudi.

     Lama waktu untuk mengobrol bertiga. Waktu sudah siang dan rani pun ijin meninggalkan mereka untuk kuliah.Tapi rani mengajak Andi untuk jalan malam nanti. Dan andi pun meng iya kan saja. Dan mereka berdua melanjutkan untuk mengamen lagi.

     langit sudah mulai gelap, mereka berdua pun berpisah didepan gang rumah andi.
      "eh ndi,ntar jangan lupa ajakan dari cewek cantik tadi lho,keliatannya ia suka sama kamu."
      "siap pak komandan,nanti ku akan nemuin dia kok"jawab andi,
      "ceritain besok pas ketemu lagi yaw.."
      "siap dach,kamu kan sahabat paling setia..."
      "yaw udah ndi,aku mau pulang dulu,udah capek banget nie..."
      "iyaw rud,ati-ati pulangnya"jawab andi dan mereka pulang kerumahnya sendiri-sendiri.

      Malam itu tak seperti biasanya, perasaan andi gak karuan karena akan bertemu dengan rani. Ia kesulitan untuk berpenampilan seperti apa buat ketemu dia. Jam sudah menunjukan 7 malam,andi pun berangkat ketempat tadi dengan jalan kaki.

      Dengan rasa takut dan senang bercampur aduk,andi berjalan terus. Ia melihat rani dari kejauhan. Rani mengunakan kaos hitam dan celana panjang hitam. Andi mendekat dan duduk disamping rani.

      "hay rani,cantik banget malam ini."
      "iihh,gombal banget sich kamu ndi.."jawab rani sambil mencubit andi,
      "beneran kok ran,eh iyaw..mau ngapain ngajak jalan ku,aku kan hanya seorang pengamen jalanan yang tak jelas pendidikannya dan keluarga yang kurang.."
      "iihh...andi,kenapa bilang seperti itu to??aku tak butuh semuanya,aku terkesan dengan keberanianmu untuk menyanyikan lagu didepanku,aku suka banget dinyanyiin...makanya q suka ma kamu..."sambil tersenyum,
     "kamu suka sama aku ran??"tanya andi,
     "iya ndi,aku g pandang dari mana kuarganya yang penting niat dan ketulusan dari cowok,aku sudah berkali-kali patah hati karena cowok,tapi saat ku lihat pertama kali ku sudah suka sama kamu ndi...kamu mau gak jadi cowokq??"
     "waduh rani,aku baru pertama kali ini deket ma cewek,..jadi ku masih grogi gini...kamu cantik lho ran..gak malu jalan sama aku???"jawab andi.
     "kenapa harus malu kalau ketulusan kamu gak malu-maluin...mau kan ndi??"
     "aku mau banget malah ran...hehehe"jawab andi sambil cengar-cengir.
     "makasih yaw ndi,kamu cowok yang paling beda dengan cowok-cowok lain yang pernah aku kenal"
     "sama-sama ran,kamu cewek pertama dan paling cantik yang ada dihatiku.."
     Semenjak itu andi dan rani berpacaran....

                                                               BERSAMBUNG.....

0 komentar:

Poskan Komentar